Tampilkan postingan dengan label Pansus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pansus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2009

Susno Siap Diperiksa Pansus Angket Century


Bandung - Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji siap diperiksa Pansus Angket Century. Baginya, tidak ada yang perlu ditakuti dalam pemeriksaan tersebut.

"Bagi yang belum puas, begitu saya turun dari jabatan, yang mau periksa saya silakan. Mau bentuk tim, silakan. Tak ada takutnya saya diperiksa," kata Susno di Gedung IKA Unpad, Jalan Singaperbangsa, Bandung, Sabtu (12/12/2009).

Mengenai waktu pemeriksaan, dirinya menyerahkanya kepada tim yang akan memeriksanya terkait dengan kasus Bank Century yang disebut melibatkan dirinya. "Kan sekarang sedang reses, ya terserah mereka kapan bisanya, saya siap," tegas jenderal bintang tiga itu.

Dalam kesempatan ini, Susno menyampaikan terimakasih kepada wartawan yang dinilainya telah membesarkan karirnya sekarang. Di hadapan wartawan ia menyampaikan keluh kesah terkait maraknya kasus yang mengikutsertakan namanya.

"Saya tidak akan memalukan rekan-rekan di Jawa Barat. Maka, sebagai pertanggungjawabannya saya harus berkata jujur pada pers Jawa Barat," kata Susno.

Di hadapan wartawan, ia menampik segala tuduhan yang selama ini diterimanya hingga jatuhnya Susno dari jabatan bergengsi yang diembannya. "Tudingan dan hujatan yang dialamatkan kepada saya tidak apa-apa, saya terima," katanya.

"Tapi saya akan bantah di Bandung, karena start saya berkarya dari Bandung," imbuhnya.

Sumber : Detik


Berita Terkait :


Golkar Dinilai Arahkan Pansus Century untuk Serang Sri Mulyani


Jakarta - Pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit melihat Pansus Angket Century tidak lebih dari sekadar sandiwara politik. Misinya saat ini sudah berputar, menjadi alat "perang" Aburizal Bakrie melawan Sri Mulyani.

"Saya sudah melihat itu dari awal dipimpin Idrus. Ical menyuruh menyerang Sri Mulyani dari belakang, Pansus ini kepentingan," kata Arbi kepada detikcom, Sabtu (12/12/2009).

Arbi melihat Ical menitipkan pesan peperangan kepada Sri Mulyani melalui Idrus Marham, sang ketua Pansus. "Sekarang ini pertarungan Sri Mulyani dengan Ical," jelas Arbi.

Arbi melihat Golkar sedang melakukan upaya kriminalisasi terhadap Sri Mulyani dan Boediono. "Ini sama dengan yang dialami Bibit dan Chandra, kriminalisasi terhadap Sri Mulyani dan Boediono," papar Arbi.

Lalu kemana arah pansus angket Century? "Menurunkan Sri Mulyani dan Boediono," tutupnya.

Sri Mulyani dianggap memulai pertempuran setelah menyampaikan pandangannya bahwa Golkar tidak akan bersikap fair kepadanya. Tudingan Sri Mulyani dijawab Golkar dengan pembeberan rekaman pembicaraan Menteri Keuangan tersebut dengan Robert Tantular. Namun demikian rekaman ini dibantah langsung oleh Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Raden Pardede.

Raden mengatakan suara yang disangka Robert Tantular dalam rekaman yang dimiliki oleh Pansus Hak Angket Century, sebenarnya suara Ketua UKP3R (Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi) Marsilam Simanjuntak yang hadir dalam rapat KSSK.

Sumber : Detik
 

About

Site Info

Text

Berita TERSELUBUNG Copyright © 2009 Community is Designed by Bie